Puisi | Bumi

Puisi Bumi

untuk para penghuni bumi

 

Tuhan menciptakan satu tempat dalam semesta

Dijadikan-Nya nirwana dalam dunia

Ditundukkan oleh-Nya untuk manusia

Namun sudah patutkah kita baginya?

 

Bumi diciptakan-Nya dengan penuh kedamaian

Dengarlah kicauan burung di pagi buta

Saling bersahutan memberi ketenangan

Ia tak pernah melawan kehendak-Nya

 

Namun dengarlah manusia

Ia senang menggaduhkan keadaan

Membombardir tatanan peradaban

Dengan alasan mengejar kekuasaan

 

Bumi diciptakan-Nya dengan penuh keadilan

Lihatlah air yang selalu menuruni lembah

Tetap tunduk sekalipun menyimpan energi mega

Ia tak pernah melawan kehendak-Nya

 

Namun lihatlah manusia

Ia tak pandai bersyukur dengan pemberian

Menuntut keleluasaan dari tuntunan

Dengan alasan adanya kebebasan

 

Bumi diciptakan-Nya dengan penuh keanggunan

Hiruplah aroma puspa di pekarangan

Membagikan sukma semangat tak berkesudahan

Ia tak pernah melawan kehendak-Nya

 

Namun sesaplah jiwa manusia

Ia dipenuhi oleh bau kecongakan

Menebarkan racun kebencian

Dengan alasan menghimpun kekayaan

 

Bumi diciptakan-Nya dengan penuh keseimbangan

Perhatikanlah pada segalanya berpasangan

Dalam sebuah sistem nan paripurna

Ia tak pernah melawan kehendak-Nya

 

Namun perhatikanlah manusia

Betapa banyak hutan ia bakar

Juga sesamanya yang ditindas

Dengan alasan meningkatkan kesejahteraan

 

Bumi sudah ditundukkan oleh-Nya bagi manusia

Pantaskah jika kita tak mau tunduk kepada-Nya?

Bumi telah memberikan jutaan kekayaan

Pantaskah jika kita tak berbagi walau sebagian?

Bumi menanggung beban milyaran manusia

Pantaskah jika kita serakah dengan keegoisan?

 

Laut diuruk demi mencari kekuasaan

Gunung digali untuk mencari emas berlian

Sungai dicemari dengan limbah polutan

Udara dikotori oleh asap tembakau mematikan

Kenikmatan mana lagi yang hendak didustakan?

 

Kalaulah suhu bumi ini terus menerus naik

Mungkin menegur kita yang semakin tinggi hati

Kalaulah terumbu karang banyak memutih

Mungkin menegur kita yang menghitamkan sungai

Kalaulah lubang ozon semakin besar menganga

Mungkin menegur kita yang menambang hutan

 

Kalaulah semua teguran ini tak menyentuh kita

Mungkin tanda bahwa mata hati ini telah pergi

 

Perhatikanlah semua tanda kebesaran

Agar kita tak mengerdilkan segala ancaman

Hiduplah dengan penuh kesyukuran

Untuk menjadikan bumi mahligai perdamaian

 

 

 

Ciputat Timur, 190416

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s