Pacu

Pacu saja terus hingga akhir

Hingga henti jam berdetik

Di penghujung masa nanti

Sampai tiba waktunya menggores titik

 

Terserak aneka ragam ide dan cerita

Pena tergeletak di ujung maktab

Namun goresan tinta tak kunjung bertambah

 

Perang kalam tersiar di penjuru

Adu kata pun terbatas aksara

Silap pandang dalam aneka ihwal

Padahal, tak mampu kita menggenggam

Apalagi untuk memiliki

 

Cukuplah kusebut namamu di berbagai penjuru

Kau tak kenal denganku

Aku pun tak paham siapa engkau

Toh, sebutan itu hanya berbilang segenap saja

 

Aku mampu untuk bertutur

Tapi, bukan ini yang dimaksudku

Pacu yang dilaju dalam teraju

Hingga aku sendiri jadi penuh ragu

 

Sudahlah dicukupkan sampai di sini

Kurasa tak perlu dipacu lagi

Tiba waktu untuk aku menyatakan

Menitiklah, pacu

 

Depok, 9 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s