Lisan

hati-hati-bahaya-lisan1

Mencermati kondisi terkini, saya teringat sebuah pepatah Arab, salaamatul insaan fii hifzhil lisaan, yang berarti “keselamatan seseorang terletak pada penjagaan lisan”.  Kiranya pepatah ini perlu kita renungkan.

Seseorang yang menjaga kemuliaan tutur lisannya, akan Allah muliakan kehidupannya. Pada masa Rasulullah Saw., terdapat sahabat utama Abu Bakar. Ia menjadi seorang sahabat yang dikenal selalu berkata sesuai dengan perkataan Rasul. Prinsip hidupnya, apabila sesuatu sudah dikatakan Rasul, maka demikianlah kebenaran itu.

Bahkan terdapat kisah ketika Umar bin Khatthab meminta penjelasan Rasul, kemudian ia kurang puas dengan penjelasan Rasul, dia pun meminta pendapat Abu Bakar. Hasil yang ia dapat justru penjelasan Abu Bakar sama dengan penjelasan Rasul. Akhirnya, kagumlah Umar akan Abu Bakar. Hati, lisan, dan ucapannya menunjukkan kecintaan yang tinggi pada Allah dan Rasul-Nya.

Pada sisi yang lain, kehinaan seseorang dapat terlihat pada lisannya yang penuh dengan penghinaan. Allah akan menghinakan seseorang yang lisannya tidak terjaga dari kata-kata yang hina.

Sebagaimana kita dapat memahami kisah Abu Lahab, paman Rasul. Ketika Rasulullah Saw. mengumpulkan penduduk Mekkah di suatu bukit dan mengajak pada Tauhid, Abu Lahab langsung mengeluarkan celaan kepada Rasul. Ia menghinakan Rasul di depan penduduk Mekkah dan mengatakan ajaran tauhid sebagai sesuatu yang gila. Allah pun menghinakan Abu Lahab dengan memfirmankan surat Al Lahab. Dihinakan Abu Lahab sepanjang masa dan terabadikan dalam Al Quran yang dibaca seluruh umat Islam di penjuru dunia.

Demikianlah penjagaan lisan dapat tecermin dalam dua kisah yang sering kita dengar. Dengan lisan yang senantiasa mengatakan kebenaran, maka akan dimuliakan orang tersebut dengan lisannya. Sebaliknya, lisan yang penuh dengan kebencian, kehinaan, dan cacian hanya akan mendatangkan malapetaka kepadanya.

Rasulullah Saw. pernah bersabda,

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang mampu menjaga di antara kedua janggut (lisan) dan di antara kedua kaki (kemaluan), maka aku jaminkan baginya surga” (HR Bukhari)

Lisan seseorang merupakan cerminan akhlak seseorang. Seorang yang berakhlak baik akan terbuktikan melalui lisannya yang mengeluarkan perkataan yang baik. Seorang yang berakhlak buruk akan terlihat dari lisannya yang gemar mengungkapkan ujaran penuh kebencian.

Demikianlah kita mengambil hikmah dari kasus yang menguras energi kita akhir-akhir ini. Penjagaan lisan menjadi amat penting bagi setiap kita, apalagi bila kita sedang mengemban amanah. Tidaklah patut kita menghinakan agama lain yang dapat menimbulkan ketidakrukunan antar umat beragama. Tidak pantas pula memfitnah tindakan ikhlas orang lain dengan mengatakan dibayar oleh oknum tertentu.

Janganlah sampai kita menjadi “buruk rupa cermin dibelah”, kita yang berperilaku buruk, ketika diingatkan orang lain justru kita menuduh orang yang mengingatkan itu sebagai orang yang intoleran dan dituduh dengan fitnah yang bermacam.

Jangan pula kita menjadi seperti “tong kosong nyaring bunyinya”. Kita banyak berbicara, bukan untuk menyejukkan justru memancing keributan dari orang lain. Ucapan yang dituturkan pun bukan berisi data dan fakta, melainkan hanya asumsi saja.

Hujamkan dalam qalbu hadist Rasul berikut,

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah kebaikan atau diam” (HR Bukhari dan Muslim)

Mari kita ambil hikmah pada setiap kejadian. Karena kita akan menjadi manusia yang lebih baik ketika kita mampu menyarikan kebaikan di situasi yang buruk.

Jagalah lisan, dengan demikian selamatlah segenap insan.

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s