Ghirah

4407691e4344ec6487c34f710af29e19.jpgGhirah

“Apabila Ghirah tak ada lagi, ucapkanlah takbir empat kali ke dalam tubuh umat Islam itu. Kocongkan kain kafannya, lalu masukkan ke dalam keranda dan antarkan ke kuburan”. Demikian Buya Hamka menuliskan dalam bukunya yang berjudul Ghirah: Cemburu Karena Allah.

Seorang anak, tak akan rela ibunya dilecehkan orang lain, karena ia amat cinta pada ibunya. Akan dibela, dengan cara apapun. Seorang ibu pun demikian, tak akan rela anaknya dicela orang lain. Akan dibela pula dengan jalan apapun. Ada rasa saling cinta, maka tumbuh sifat saling melindungi. Begitulah ghirah bekerja.

Inilah salah satu kekuatan daripada umat Islam, adanya sifat ghirah. Cemburu karena rasa cinta yang amat tinggi kepada Allah. Ia akan membenci kebathilan, karena Allah. Ia tak akan suka dengan yang menghardik agama, karena Allah. Ia tak akan rela agamanya dinista, karena Allah. Ia yakin, dengan begitu banyaknya kasih sayang Allah pada hamba-hamba-Nya, tak mau ia diam ketika ada orang yang menentang Allah.

Memang, kekuasaan Allah dan kemuliaan Islam tak akan pernah berkurang hanya karena ada yang menghina. Sekalipun seluruh manusia merencanakan kejahatan kepada Allah, tak akan ada pengaruh sedikitpun atas kekuasaan Allah. Tapi itu tidak berarti menjadikan kita diam apabila ada yang menghinakan Allah dan menistakan Islam.

Dari zaman kenabian, selalu saja akan ada yang benci kepada Islam, karena Islam mengajarkan kebenaran. Abu Jahal dan Abu Lahab, sekalipun mereka berdua masih ada hubungan kerabat dengan nabi, ketika mereka menistakan Allah, dihinakan hidupnya oleh Allah. Akan selalu ada musuh-musuh yang tak menginginkan Islam jaya, maka rapatkanlah barisan untuk tidak membersamainya.

Nabi Muhammad mengajarkan, bila kita melihat sebuah kezhaliman, lawan dengan tangan kita. Bila kita berkuasa, segera gunakan kekuasaan itu untuk menumpaskan kezhaliman. Bila tak mampu dengan tangan, lawan dengan lisan. Beri nasihat, beri untaian kata hikmah. Jadikan kezhaliman itu sebagai pembelajaran. Jangan diikuti. Bila tak mampu, sekurang-kurangnya lawanlah dengan hati yang menolak. Itulah selemah-lemahnya iman. Dan, jangan berpangku tangan, karena iman kita masih ada.

Yang paling lemah imannya, masih menolak dengan hatinya. Lantas, bila masih ada yang membela, patutlah kita bertanya, sejak kapankah iman itu telah tanggal dari hatimu? Hingga tak ada lagi rasa ghirah, yang tumbh dari rasa cinta pada Allah. Bila rasa cinta itu tak lagi berlabuh pada apa yang Allah ridhai, di manakah engkau labuhkan rasa cintamu?

Sudah semestinya ada pada tiap diri kita, mencondongkan diri pada kebenaran, dan bukan pada kesesatan. Mencintai Allah dari segalanya, dan memalingkan muka dari pembenci Allah. Tiada patut bagi kita untuk bersama orang yang tak mencintai Allah. Bilamana harus terpaksa, cukuplah fisik ini bersama, namun hati tak boleh bersua.

Ghirah semacam ini bukan berarti menjadi seorang yang fanatik buta. Sampai-sampai membalas kezhaliman dengan kezhaliman. Tunjukkanlah cemburu itu dengan cara yang anggun. Membalas kejahatan orang lain dengan kebaikan. Membalas hinaan orang lain dengan akhlak yang mulia. Membalas kezhaliman dengan keadilan. Itulah aksi balas dendam yang elegan.

Jangan sampai, karena hati ini terlalu sibuk dengan urusan dunia, sampai-sampai tiada lagi ghirah di dalam dada. Jangan sampai, karena kita malu berbuat kebaikan, sampai-sampai hati ini tertutup dari kebenaran. Karena, bila ghirah itu sampai tiada, tanda hati ini telah mati.

Berlindunglah dari hati yang mariidh, dari pikiran yang sempit, dan dari jiwa yang berpenyakit. Membela agama itu bukan menjadikan kita fanatik buta. Membela agama itu karena kita mencintai Allah di atas segalanya. Dari situlah tumbuh ghirah di dalam dada. Dan dari padanyalah kita berpihak hanya pada kebenaran semata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s