Mencegah Keburukan

hadis-mencegah-kemungkaran

MENCEGAH KEBURUKAN

مَنْ رَأَ ى مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ

Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tangannya. Apabila belum mampu, maka cegahlah dengan lisannya. Apabila belum mampu, maka cegahlah dengan hatinya. Namun, yang demikian itulah selemah-lemahnya iman

Hadis Riwayat Muslim

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar adalah dua hal yang saling berpaut yang menjadi kewajiban bagi seorang muslim. Siapapun kita, maka harus berusaha sekuat tenaga dengan segala upaya untuk mencegah kezhaliman.

Amar Ma’ruf ialah mengajak pada kebaikan. Dalam banyak kesempatan, akan kita temukan orang-orang yang masih belum tahu akan kebenaran. tugas kita, ialah mendakwahi dengan menyampaikan kebenaran. Kemudian, mengajak untuk bersama sama melakukan kebaikan tersebut.

Nahi Munkar ialah mencegah dari keburukan. Ada orang yang berbuat buruk karena ia tidak tahu, maka beritahukan bahwa apa yang dilakukannya merupakan perbuatan yang buruk. Mencegah keburukan tidak boleh dengan keburukan pula. Melainkan harus disampaikan dengan cara yang ihsan.

Kedua hal ini ialah bagian utama dalam dakwah. Tetapi, perlu kita ingat bersama, bahwa tugas kita hanyalah mengajak. Apabila masih tidak mau menerima, itu bukanlah salah kita. Sampaikan kebaikan dengan cara yang baik, apabila masih tidak diterima, maka sikapi pula dengan baik.

Kita bukanlah penentu pikiran orang lain. Kita tidak akan mampu membalikkan hati seseorang. Akan tetapi, itu bukan berarti kita berhenti menyebarkan kebaikan. Mengajak baik dan mencegah keburukan harus tetap dilakukan.

Dalam mencegah keburukan, lakukan dengan apapun yang kita bisa. Bila kita mampu, lakukan dengan tangan kita. Bila kita punya kekuasaan, buatlah aturan yang mencegah perilaku keji seperti zina dan narkoba. Bila kita masih tidak mampu, lakukan dengan lisan. Saling menasihati dengan kesabaran. Bila masih tidak mampu, maka tolaklah dengan hati bahwa kita tidak pernah menyetujui adanya perbuatan yang zhalim.

Hal seperti ini perlu kita lakukan pada pekan depan. Setiap dari kita yang memiliki hak pilih, maka kita memiliki kuasa untuk mencegah keburukan dengan tangan. Janganlah tangan kita memilih calon pemimpin daerah yangsecara nyata berbuat buruk. Mulai dari korupsi, berprilaku buruk, hingga tidak mampu menjaga lisan. Cegah diri kita dari memilih calon pemimpin yang seperti itu. Bila kita mampu, cegah pula orang terdekat hingga masyarakat luas dari memilih pemimpin yang seperti itu.

Gunakan hak pilih kita dengan bijak. Tak hanya kita akan mendapatkan pemimpin selama lima tahun ke depan, tetapi hak kiita akan dipertanggungjawabkan di hari kemudian.

Mari, sekuat tenaga mencegah kemungkaran dan kezhaliman. Dari yang sederhana, seperti memilih pemimpin dalam pemilu secara bertanggung jawab. Tak hanya pada masalah dunia, namun sampai pada masalah akhirat. Jaga tangan kita dari memilih yang buruk. Apabila kita telah yakin akan pilihan yang baik, pilihlah. Namun, jika di kemudian hari ternyata yang baik itu berubah menjadi buruk pula, tidaklah kita menjadi berdosa. Sebab, kita memilih yang terbaik dari yang ada dan berdasarkan pada pengetahuan kita akan sosok beliau pada masa pemilihan.

Maka, mari kita cegah keburukan dan datangkan kebaikan. Inilah semangat yang perlu kita terus kobarkan. Selamat menggunakan hak pilih pada 15 Februari mendatang!

Pesan yang perlu kita selalu ingat. Apapun yang kita lakukan, harus selalu ingat Allah. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus! Jadikan pilihan kita diridhoi oleh Allah.

Yuk jadi baik!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s