Mau Jadi Sukses?

IMG_20170312_130206.jpg

Saat ke Anyer beberapa hari lalu, ada adik kelas yang bertanya, “bang, gimana sih cara buat jadi orang sukses?”.Jujur, saya sendiri masih belum termasuk orang yang sukses, baik dunia apalagi akhirat. Tapi, saya tetap berusaha menjawab pertanyaan itu.

 

Menurut saya, pertanyaan ini cukup memicu saya untuk mempertanyakan lagi, apa memang kita ini mau sukses, atau justru hanya sekadar bermimpi jadi sukses?

Saya menjawab dengan menggunakan sebuah analogi, yakni perjalanan.

PERTAMA, kita tetapkan dulu TUJUAN yang mau dicapai. Kita mau ke Bandung atau ke Medan, tentu akan berbeda langkah yang harus dilakukan. Orang yang ke Bandung akan berjalan ke arah timur, yang ke Medan akan ke arah barat. Begitu pula dengan hidup. Kalau tujuan kita sudah jelas, kita akan mudah dalam menjalaninya.

Nah, buat tujuan itu dengan spesifik. Jangan sekadar “ingin ke luar kota”, atau kita “ingin sukses”. Definisikan sukses itu yang seperti apa. Punya uang? Punya keluarga? Punya rumah? Atau yang non materil seperti menjadi orang dermawan? Menjadi ahli syukur? Ahli sabar?

Saya sendiri menginginkan sukses saya sebagai orang yang diridhoi Allah (secara transedental), bermanfaat bagi sesama (secara sosial), dan ikhlas dalam ibadah (secara individual).

Tiap orang punya hak untuk menentukan tujuannya, dan tentunya punya kewajiban menanggung konsekuensi atas hak tersebut.

 

KEDUA, kalau kita sudah punya tujuan, mulailah mencari JALAN. Karena, satu tujuan itu bisa banyak jalannya. Misal, mau ke Bandung bisa lewat Tol Cipularang, jalur Puncak, atau Sukabumi. Semuanya mengarah ke Bandung. Nah, kita cari dari berbagai alternatif itu yang paling efektif.

Kalau kita ingin cepat, bisa melewati Tol Cipularang. Kalau kita mau menikmati pemandangan, bisa melalui jalur Puncak. Kalau mau berkunjung dahulu ke Ujung Genteng, lewatlah Sukabumi. Lagi-lagi, semua jalan akan memiliki plus, minus, dan konsekuensi.

Nah, misalnya kita ingin menjadi orang yang bermanfaat. Bisa banyak jalannya. Bisa jadi dokter, tentu kita harus mendalami ilmu kesehatan. Bisa jadi ekonom, tentu yang ditekuni adalah masalah ekonomi. Bisa pula jadi politisi, yang difokuskan tentu ilmu sosial politik. Maka, di tengah jalan jangan sampai kita justru berubah haluan. Mulanya mau ke Bandung, tapi justru ketika sampai di Cianjur, gak mau berpindah karena sudah merasa nyaman.

Kalau tujuan kita ingin bermanfaat, jangan terlena dengan kecerdasan. Cerdas belum tentu manfaat sampai itu membawa maslahat buat sesama. Lulus kedokteran dengan cum laude tapi gak peduli sama orang yang sakit artinya dia terlena di tengah jalan, lupa dengan tujuan yang dia tetapkan di awal.

 

KETIGA, setelah punya tujuan, menentukan jalan, maka yang harus dilakukan adalah MENCARI KENDARAAN. Mau ke Bandung bisa naik pesawat, bisa naik bus, travel, atau bawa sendiri mobil atau motor. Nah, tapi ada yang tidak mungkin, yakni pakai kapal layar.

Begitu juga dengan hidup. Kita harus pilih kendaraan yang tepat. Misal, ingin jadi seorang politisi, maka carilah partai yang bisa mendidik kita jadi politisi handal. Jangan justru bergaul di partai yang tidak punya pemahaman ideologis yang sama. Nanti, justru salah arah. Mau ke Bandung tapi naik bus jurusan Bekasi, beda arah dan beda pula jalan.

Kendaraan itu bisa juga pendidikan. Kalau kita mau jadi dokter, fokuslah cari tempat kuliah yang ada fakultas kedokterannya. Sekalipun misalnya ITB adalah kampus yang sangat hebat, jangan sekali-kali melirik kalau tujuan kita jadi dokter. Seperti tadi, mau ke Bandung tapi naik kapal layar. Gak mungkin sampai.

 

TERAKHIR, setelah semua itu kita punya, yang harus dilakukan adalah menyiapkan PERBEKALAN. Mau ke Bandung, setidaknya siapkan minuman dan cemilan untuk di perjalanan. Jangan sampai di jalan kita kelaparan. Akhirnya, gak bisa fokus dengan tujuan. Begitu pula dengan hidup. Buatlah perbekalan sebijak mungkin.

Kalau kita mau jadi orang yang sukses dunia akhirat, jangan lupakan ibadah dan taqwa sebagai bekal. Sebab, hanya dengan itulah kita tak akan kelaparan dan kehausan selama perjalanan menuju sukses itu. Jangan justru terlena dengan kesenangan yang bersifat sementara. Akhirnya, tujuan tak tercapai sementara waktu sudah habis.

 

Kira-kira begitulah langkah-langkah yang saya sarankan untuk mencapai kesuksesan. Punya cara lain? Silakan berbagi. Tapi kalau kita mau melakukan empat hal tadi, yuk kita sama-sama saling bahu membahu. Saling mengingatkan, dan carilah kawan seperjuangan yang mau untuk berjuang bersama. Senasib sepenanggungan menuju kebahagiaan. Indah sekali bukan?

 

So, let’s decide our GOALS. Then choose the right ROAD that we gonna take. After that, find the suitable DEVICE with the same goal. Last but not least, PREPARE for the journey.

 

Mari kita menuju kesuksesan bersama! MAN JADDA WAJADA!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s