Idul Fitri Penuh Arti

idul fitri 1438

Ramadhan tahun ini telah pergi, datanglah Idul Fitri. Mari maknai agar ia tak terlewat tanpa arti.

Istilah Idul Fitri tentu tiada asing di telinga kita. Tiap tahun ia datang, dan kita pun sambut ia dengan perayaan. Bila kita hendak dalami, secara bahasa, ‘iid (عيد) berarti hari raya sementara fitri (فطر) berarti berbuka puasa, seakar dengan iftar, waktu berbuka ketika usai berpuasa. Hal ini dapat kita lihat bahwa perayaan Idul Fitri memang dilaksanakan setelah berpuasa selama satu bulan penuh di Ramadhan. Hari raya ini menjadi seremoni berbuka dari berpuasa tersebut.

Puasa, atau shaum, atau shiyam, secara bahasa berarti menahan. Yang ditahan utamanya ialah nafsu perut dan kemaluan. Namun ketika berhari raya, bukan berarti nafsu itu kita lepas liarkan setelah sebulan ditahan. Akan tetapi, justru meningkatlah kemampuan pengendalian atas nafsu tersebut.

Kita berpuasa pun bertujuan untuk menjadi muttaqiin, pribadi yang taqwa. Karenanya, ketika kita berbuka pada hari raya ini, jadikanlah momentum untuk menguatkan tekad, bahwa puasa kita benar-benar berhasil. Dengan muncul sifat taqwa dalam diri kita.

Di bulan Ramadhan, kita diperintahkan untuk membayar zakat fitrah. Zakat bermakna penyucian harta dan jiwa sang pemberi. Secara sosial pun bermakna berbagi bahagia menuju hari raya. Dinamakan zakat fitrah, sebab ia membawa harta manusia pada fitrahnya. Yakni, keinsafan bahwa bukanlah kita yang punya harta, melainkan Allah Ta’ala. Pun sadar kita hanyalah dititipi, yang suatu saat nanti akan diminta tanggung jawab oleh Ilahi.

Berpuasa yang dikerjakan secara kesungguhan, menurut sabda Nabi, akan mendapatkan pengampunan dari Allah Swt. Itulah mengapa, banyak orang yang mengharap, ketika telah sampai di hari raya, kembalilah kita pada keadaan yang tidak lagi berdosa. Sebab, bila puasa memang telah diterima, dihapuskanlah segala dosa.

Selama bulan puasa, utamanya pada sepuluh malam terakhir, dianjurkan oleh Baginda Rasul dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi untuk berdoa,

اللهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌ، تُحِبُ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Ya Allah, sungguh Engkau Maha Pemberi maaf, engkau mencintai kemaafan, maka maafkanlah hamba

Inilah doa yang kita panjatkan. Kita mohonkan maaf pada Allah atas dosa-dosa kita. Di hari raya ini, terjadilah tradisi di kalangan kita, untuk saling bermaafan dan saling memaafkan. Sebab kita tahu Allah Maha Pemberi Maaf, maka siapalah kita yang masih tak mau memberi maaf pada saudaranya. Pun insaflah kita, bahwa kita pun punya dosa pada sesama. Maka, bermaafanlah pada momentum hari raya.

Pada malam hari hingga pelaksanaan shalat ‘id, kita disunnahkan untuk bertakbir. Maknanya, kita membesarkan Allah, mengakui bahwa Allah itulah yang Maha Besar, dengan kebesaran yang tiada banding. Sembari menginsafkan, bahwa diri ini tiada patut merasa besar. Maka dikikislah rasa takabbur dari dalam hati.

Saat hari raya, dalam tradisi di negeri kita, berkumpullah bersama keluarga. Ini bermakna, kita merayakan hari bahagia, tidak akan lengkap tanpa keluarga. Kita juga rekatkan lagi silaturahim. Menyadarkan bahwa kita adalah satu keluarga. Mulai dari seibu sebapak, hingga se-Adam dan se-Hawa. Puncaknya, kita bertenggang rasa sebagai sesama anak manusia.

Dari seluruh proses yang kita jalankan itu, muncullah doa yang kita senantiasa haturkan pada handai taulan,

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

Moga-moga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian.

Semoga, kita dapat penerimaan atas amal di hari raya ini. Juga, kita dapatkan ampunan yang kita mohonkan selama bulan Ramadhan. Dari sana, kita pun saling bermaaf karena kita insaf, diri ini penuh dengan khilaf.

 

Selamat berhari raya, semoga Allah curahkan rahmat dan ampunan-Nya pada kita

 

Semoga tulisan ini dapat semakin mengungkap makna kita berlebaran. Doakan, agar kita dapat terus menyebar kebaikan sesuai kemampuan. Wallahu a’lam.

Salam, Farhan Abdul Majiid

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s